Sabtu, 27 April 2013

Kandungan giji buah pisang

Kandungan giji buah pisang. Berdasarkan cara konsumsi buahnya, pisang dikelompokkan dalam dua golongan, yaitu pisang meja (dessert banana) dan pisang olah (plantain, cooking banana). Pisang meja dikonsumsi dalam bentuk segar setelah buah matang, seperti pisang ambon, susu, raja, seribu, dan sunripe. Pisang olahan dikonsumsi setelah digoreng, direbus, dibakar, atau dikolak, seperti pisang kepok, siam, kapas, tanduk, dan uli.

Buah pisang diolah menjadi berbagai produk, seperti sale, kue, ataupun arak (di Amerika Latin).

Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan. Termasuk ketika otak mengalami keletihan. Beragam jenis makanan ringan dari pisang yang relatif populer antara lain Kripik Pisang asal Lampung, Sale pisang(Bandung), Pisang Molen(Bogor), dan epe (Makassar).

Pisang mempunyai kandungan gizi sangat baik, antara lain menyediakan energi cukup tinggi dibandingkan dengan buah-buahan lain. Pisang kaya mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, besi, dan kalsium. Pisang juga mengandung vitamin, yaitu C, B kompleks, B6, dan serotonin yang aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak.

Buah pisang sangat populer dijadikan pencuci mulut dan sumber karbohidrat utama bagi mereka yang sedang menjalankan diet rendah lemak. Pisang memang nikmat. Rasa manisnya yang pas membuat banyak lidah jatuh cinta. Pohon pisang tumbuh subur di wilayah dengan iklim tropis. Maka tidak heran jika di Indonesia, kita dengan mudah bisa menjumpai pohon pisang. Bahkan, di beberapa wilayah nusantara, pisang masih sering dijadikan tanaman penghuni halaman rumah. Selain nikmat, ternyata pisang juga berkhasiat. Hal ini wajar mengingatkandungan gizi pisang secara klinis memang kaya.

Jika didasarkan pada data USDA Nutrient, maka kandungan gizi pisang antara lain sebagai berikut :
  1. · Energi 371 kJ (89 kcal).
  2. · Karbohidrat 22,84 gram.
  3. · Gula 12,23 gram.
  4. · Diet serat 2,6 gram.
  5. · Lemak 0,33 gram.
  6. · Protein 1,09 gram.
  7. · Vitamin A equiv. 3 mg (0%)
  8. · Thiamine (Vit. B1) 0,031 mg (2%)
  9. · Riboflavin (Vit. B2) 0,073 mg (5%)
  10. · Niacin (Vit. B3) 0,665 mg (4%)
  11. · Asam pantotenat (B5) 0,334 mg (7%)
  12. · Vitamin B6 0,367 mg (28%)
  13. · Folat (Vit. B9) 20 mg (5%)
  14. · Vitamin C 8,7 mg (15%)
  15. · Kalsium 5 mg (1%)
  16. · Besi 0,26 mg (2%)
  17. · Magnesium 27 mg (7%)
  18. · Fosfor 22 mg (3%)
  19. · Kalium 358 mg (8%)
  20. · Seng 0,15 mg (1%)
  21. · Satu pisang 100-150 g.
Mencermati kandungan energi yang mencapai angka 371 kilo joule, sangat wajar jika kemudian pisang dijadikan sumber energi yang instan dan mudah diserap tubuh. Kandungan energi yang dimiliki buah pisang jauh lebih tinggi ketimbang buah lain seperti apple yang hanya berkisar di angka 54 KJ. Selain energi/kalori, buah pisang juga mengandung karbohidrat yang lebih lambat dicerna ketimbang gula pasir dan juga sirup. Meski demikian, karbohidrat pada pisang jauh lebih cepat dicerna ketimbang nasi, biscuit ataupun roti. Karena alasan inilah sehingga pisang banyak dijadikan makanan penghasil energi cadangan bagi atlet.

Kaya Mineral

Kandungan gizi pisang lainnya adalah mineral. Jenis mineral yang banyak dijumpai dalam daging buah pisang antara lain kalium, magnesium, Fe atau zat besi serta kalsium. Khusus untuk zat besi, hampir seluruhnya diserap oleh tubuh. Oleh sebab itu, pisang sangat baik bagi mereka yang menderita anemia. Kadar Fe dalam buah pisang mencapai 2 miligram per 100 gram. Jauh lebih tinggi dari apple yang hanya berada di angka 0,2 miligram Fe.

Kandungan gizi pisang selanjutnya adalah vitamin, yakni provitamin A atau betakaroten dengan jumlah sekitar 45 gram per 100 gram. Selain vitamin A, pisang juga kaya vitamin B yakni tiamin, riboflavin, B6 piridoxin dan biasin. Untuk vitamin B6, memiliki fungsi sebagai koenzim untuk mempercepat metabolism protein menjadi serotonin. Oleh sebab iru, banyak yang berpendapat bahwa mengkonsumsi pisang akan membuat kita relaks sebab serotonin memang senyawa yang bertanggungjawab dalam membentuk perasaan bahagia di dalam tubuh manusia. Selain merekayasa mood, serotonin juga ternyata memperkuat otak dan menyediakan stok energi agar otak bisa berfungsi normal setiap harinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar